
Yo, belakangan ini gue lagi asik dengerin album terbaru dari band favorit gue, PEE WEE GASKINS yang berjudul AD ASTRA PER ASPERA. Hem.. Gue mau ngebahas album band yang beranggotakan Sansan (vokal+gitar), Dochi (bass), Ayi (gitar), Omo (Synthesizer) dan Aldy (drum). Here we go..
Masih mengusung nuansa powerpop dengan penggunaan Synthesizer yang menjadi ciri khas mereka, total dua belas lagu tergabung dalam Ad Astra per Aspera. Diantaranya ada Dari mata sang garuda yang sebenarnya merupakan single lama yang keluar oktober 2009 lalu. Trus ada Sebuah rahasia yang menurut gue menceritakan tentang hubungan backstreet (hmmm...) dan Jakarta is a mistake yang udah dirilis duluan di purevolume.com. Nggak ada perbedaan yang kentara bgt dari album sebelumnya. Cuma tempo mereka lebih pelan dari yang kemaren. Single favorit gue di album ini adalah Aku bukan musuhmu featuring Heru shaggydog, Selama engkau hidup, Detik tak bergerak dan Satir sarkas.
Didominasi sama lagu-lagu berbahasa Indonesia membuatnya berbeda dari album sebelumnya, The Sophomore, yang hampir 90% memakai lirik bahasa inggris. Mungkin pengaruh labelnya yang bukan indie lagi kali yah? Sekarang PWG kan di major. Selalu ada asumsi kalo band Indie pindah ke major, kreatifitasnya bakal menurun dan lagu-lagu yang dihasilkannya nggak sebagus waktu itu band dijalur indie. Apakah hal ini terjadi juga dengan Pee Wee Gaskins? Gue nggak tau yah..
Well, Ad Astra per Aspera bukan album yang jelek. Lumayanlah, bagus! Lebih bagus dari album band-band lain yang berkeliaran di pasaran dan yang lo dengerin di radio. Tapi gue ngerasa ni album rada monoton. Datar. Gue ngerasa kurang greget aja. Entahlah, but I prefer The sophomore than Ad Astra per Aspera *nyengir bersalah*. Sebenarnya gue ngarepin kalo bakal ada single-single akustik kaya Everyday and everynight dan On the day just like day, seperti di Sophomore. Biar ada variasi aja.
Dan bintang yang gue berikan kepada Ad Astra per Aspera adalah empaaaaaaaaaatttt bintaaaaaaaaaanngg!!!!!!!! Yip yip... Terakhir gue nulis kalo gue berharap Aku Bukan Musuhmu featuring Heru Shaggydog jadi single kedua. Yap!
Thursday, 2 December 2010
AD ASTRA PER ASPERA
Labels: ad astra per aspera, music, Pee wee gaskins, resensi, review
Posted by Reila Da vinci at 01:33 0 comments
Friday, 20 August 2010
JAKARTA IS A MISTAKE
By PEE WEE GASKINS
Strange things might be on to us
But in this place, we feel safe
Some people say things about us
But in this place, we feel save
We're gonna be small, but we're gonna be tough
Never, back down
We stand, our ground
The bad will be gone, we done with those clown, it's over and everything is okay!
*say things that you want
Stop wishing from the stars
We're the chosen ones
You'll never tear us apart
Stand up high, taller than the trees
Go fly and sting like a bee
Stand up and fight search for the light
Scream out loud this could be our night
We're gonna be small, but we're gonna be though
Never, back down
We stand, our ground
The bad will be gone, we done with those clown, it's over and everything is okay!
*say things that you want
Stop wishing from the stars
We're the chosen ones
You'll never tear us apart
+ and this song will go on, and on and on...
Being together means stronger than ever
And now when it's all over we'll get through this anyway
Labels: ad astra per aspera, lyric, Pee wee gaskins
Posted by Reila Da vinci at 01:36 0 comments
Tuesday, 25 May 2010
APRILIO STORY

A two piece band fronted by Abi OZ Utomo taking on Vocals and his brother Adri DUT Dwitomo on Guitar and Vocals. Produced by Kevin Aprilio, they bring forth a new blend of sound on the local indie scene and also the Major music here in Indonesia, ranging from Pop, Emotional teenage rock breakdowns to colorful fun verses and chorus. They will be blowing out minds and bringing heartfelt romance out in your heart in 2010! ____________________________________________
Duo yang dimotori oleh dua bersaudara Abi OZ Utomo di posisi Vocal dan Adri DUT Dwitomo di posisi Gitar band Vocal. Di produseri oleh Kevin Aprilio, mereka akan membawa warna baru kepada scene Major maupun Indie Indonesia. Percampuran dari nuansa Pop, breakdown Emo rock anak muda sampai kombinasi verse dan reff yang amat berwarna. Mereka akan memberi perasaan romance yang mendalam dan juga memberi warna musik yang baru di tahun 2010 ini!
komen gue:
gue suka musiknya! hahaha.. style mereka juga oke. gue kira awalnya ni band alirannya metal (pada tindik2 semua :P) trnyata emo gitu..
find them:
http://www.myspace.com/apriliostory
http://www.twitter.com/apriliostory
http://www.facebook.com/apriliostory
http://www.youtube.com/ozumasa17
Labels: aprilio story, music
Posted by Reila Da vinci at 00:00 0 comments
Monday, 24 May 2010
NEVER GIVE UP NOBITA


Nobita, the perennial loser. For forty-odd years now, the anime/manga character has been associated with getting beat-up by the school bully, getting a big-fat-zero on your test and getting bested by your environment despite being doted on by a futuristic blue robot cat from the future. And now in our 21st century existence, a chiptune/pop-punk band has joined the fight to prop-up our pathetic protagonist… Never Give Up Nobita! “As you might know, Nobita is portrayed as stupid, weak and quick to give in […] so we wanted to make music to jump-start Nobita and people like him,” explains Abud (guitar/vox) about the premise of Never Give Up Nobita. And that’s what Abud, Egi (guitar/vox), Ferdi (bass), Zicko (synths) and Dicky (drums/programming) has lived up to using their enthusiastic recorded output and energetic live shows. Since their inception in 2007, the band has released two freely downloadable hormonally-charged singles. The first of these was a track quizzically, yet deliciously, titled “Quit School To Buy A Doll For Your Valentine”. This sugary cane of a third-generation-emo 8-bit pop-punk track was surprisingly recorded under the modest circumstances in a very short-time. “From 10 am to 10 pm,” elaborated Abud recalling the process of recording the YCMK/Motion City Soundtrack influenced home-made track with Egi and ex-member Adrian. Now, with a song-in-hand Abud and Egi went out to the major hang-out places in Bandung and proceeded to distribute the song themselves. “Some people actually referred to us as “The Bluetooth Band” confessed Abud referring to the main mode of distribution in the early days of Never Give Up Nobita. Luckily the song gained traction on their MySpace, and their Bluetooth-heavy salad days are over. And now Abud and Egi was tasked with assembling a stable line-up of musicians to showcase their songs on the Bandung indie circuit (which is made up of high-school and university fairs).
komen gue:
musik mereka catchy, enak dikuping (gue, ga tw kalo lo yah..)
tapi logo bandnya rada2 mirip sama pee wee gaskins yah?
hehehe..
find them:
DOWNLOAD "Ashley" HERE:
http://www.4shared.com/file/247472857/d546de31/Never_Give_Up_Nobita_-_Ashley_.html
http://www.myspace.com/nevergiveupnobita
http://www.purevolume.com/nevergiveupnobita
http://www.twitter.com/NGUNofficial
Labels: indie, music, never give up nobita
Posted by Reila Da vinci at 23:46 0 comments
Sunday, 23 May 2010
THE ONLY EXCEPTION
Life brings me many things. Rest of that are abstract. Something that I must find and break by myself. Sometimes I feel tired. It’s so hard for me. I’m just a young woman that has ordinary abilities. Me against the world. Can you imagine?
Is someone want to help me? But I can’t find him or her. Actually I prefer him. Boys have ideas that sometimes make me stunned. Hahah, we almost out of topic, right? I have many friends. They are super girls! They are my sisters. Really, I can trade on them. But, I can’t depend on them forever. I must depend with my self. All of this will be back to me again. Me, the only exception. I’m sure I can against the world.
Labels: seize the day
Posted by Reila Da vinci at 03:17 0 comments
Friday, 23 April 2010
SHUSAKU ENDO
Dari judulnya gue udah tertarik.. skandal. Controversial menurut pikiran gue. Apalagi ini buku Jepang. Penulisnya, Shusaku Endo, memang dari Jepang. Gue jarang baca buku-buku Jepang. Jarang ada disini.
Controversial, ga juga. Tapi topic ceritanya keren! Tentang pendalaman jiwa manusia yang diwakili oleh tokoh utama skandal, Suguro, novelis katolik kawakan. Kehidupan suguro yang semula tentram dan terhormat terganggu oleh seoarng wanita mabuk yang mucul pada pesta penganugrahan hadiah sastra yang dihadiri suguro (yang juga mendapat penghargaan disana). Wanita mabuk itu mengaku mengenal suguro dan mengatakan bahwa suguro sering berkunjung ke kawasaan mesum di Shinjuku, Tokyo. Bahkan lukisan potretnya dipamerkan di sebuah galeri murahan di sana.
Semenjak itu kehidupan suguro berubah. Suguro memang menyangkal perkataan wanita mabuk itu, tapi dia juga penasaran dan rasa penasaran itu membawanya ke galeri tersebut. Dan dimulailah skandal suguro yang melibatkan seorang perawat yang juga sadomasokis dan seorang wartawan yang ingin menghancurkan reputasi suguro.
Awalnya gue ngantuk. Tapi ga lama kok. Karena gue dibikin penasaran dengan jalan ceritanya yang membuat gue bermain dengan pikiran gue sendiri. Gue terpengaruh oleh suguro yang bingung dan berusaha mencari tahu mana yang benar, gue jadi ikutan galau. Dan pada akhirnya semua hanya bias pasrah kepada tuhan.
Hem.. endingnya bikin merinding. Mata nyalang? Hiiii….
Posted by Reila Da vinci at 19:20 0 comments
CAFÉ BIRU BERORNAMEN CHINA
Setiap malam pulang dan pergi ngajar les, gue pasti lewat café unik. Café itu dipenuhi lampu berwarna biru tua terang dan ada ornamen-ornamen chinanya, lampion China salah satunya. Café itu bukan café yang besar. Ukurannya sedang cenderung kecil malah. Hanya memiliki satu lantai dan tempat parkirnya biasa aja. Di sekitar café itu banyak ilalang tumbuh. Maklum, jaraknya dengan bangunan lain yang ada di sekitar situ ga begitu dekat. Jadi café biru china itu mencolok di antara para ilalang liar dan pohon-pohon.
Entah kenapa tapi gue tertarik sama café ini. Apa karena penampilannya yang unik atau dia memang punya daya pikat? Ya, café biru punya daya pikat. Buktinya gue terpikat dan pengen mampir. Tapi ada yang janggal disini. Fyi, gue ngajar les dari jam setengah tujuh sampai jam setengah sembilan. Setiap gue berangkat, jam enam lewat lima belas, café biru sepi. Parkirnya kosong. Tapi lampu-lampunya sudah dinyalakan. Nah, pas gue pulang, sekitar hampir jam sembilan lah, parkirnya mulai terisi tapi ga banyak. Timbulah prasangka dipikiran gue.
Akhirnya gue jadi penasaran. Gue berusaha cari tau tentang café ini. Objek-objek gue adalah orang-orang yang tinggalnya ada dikawasan ini, tempat café itu berdiri. Siapa mereka? Murid-murid saya yang tercinta. Dan rupanya kiddo-kiddo itu tau tentang café itu.
“Oh, café biru tu yah?”
“Itu bukan café baik-baik kak.”
“Tempat maksiat kak.”
“karokean juga kali. Minum-minum juga.”
“Aku pernah lewat situ waktu pulang malam jam dua belasan. Rame sih. Ga kaya waktu pagi, siang, sore.”
“Kayanya tempat cowok-cowok ngapain gitu.”
“Jangan kesana kak.”
Ya, gue ga kesana. Ga akan kesana. Gue yakin mama bakal marah kalau gue ke tempat-tempat yang kaya gitu. Dan feeling gue bener. Itu bukan café yang baik. Tapi setiap gue lewat, café itu selalu menarik perhatian gue. Seakan-akan manggil gue untuk mampir. If Allah permits me, I will go to the blue café with Chinese’s ornament.
Iya, kalo otak gue udah ga beres.
Ps: sayang gue ga bisa nyebutin nama café ini... :-P
Labels: seize the day
Posted by Reila Da vinci at 19:11 0 comments
