Monday, 24 May 2010

NEVER GIVE UP NOBITA





Nobita, the perennial loser. For forty-odd years now, the anime/manga character has been associated with getting beat-up by the school bully, getting a big-fat-zero on your test and getting bested by your environment despite being doted on by a futuristic blue robot cat from the future. And now in our 21st century existence, a chiptune/pop-punk band has joined the fight to prop-up our pathetic protagonist… Never Give Up Nobita! “As you might know, Nobita is portrayed as stupid, weak and quick to give in […] so we wanted to make music to jump-start Nobita and people like him,” explains Abud (guitar/vox) about the premise of Never Give Up Nobita. And that’s what Abud, Egi (guitar/vox), Ferdi (bass), Zicko (synths) and Dicky (drums/programming) has lived up to using their enthusiastic recorded output and energetic live shows. Since their inception in 2007, the band has released two freely downloadable hormonally-charged singles. The first of these was a track quizzically, yet deliciously, titled “Quit School To Buy A Doll For Your Valentine”. This sugary cane of a third-generation-emo 8-bit pop-punk track was surprisingly recorded under the modest circumstances in a very short-time. “From 10 am to 10 pm,” elaborated Abud recalling the process of recording the YCMK/Motion City Soundtrack influenced home-made track with Egi and ex-member Adrian. Now, with a song-in-hand Abud and Egi went out to the major hang-out places in Bandung and proceeded to distribute the song themselves. “Some people actually referred to us as “The Bluetooth Band” confessed Abud referring to the main mode of distribution in the early days of Never Give Up Nobita. Luckily the song gained traction on their MySpace, and their Bluetooth-heavy salad days are over. And now Abud and Egi was tasked with assembling a stable line-up of musicians to showcase their songs on the Bandung indie circuit (which is made up of high-school and university fairs).

komen gue:
musik mereka catchy, enak dikuping (gue, ga tw kalo lo yah..)
tapi logo bandnya rada2 mirip sama pee wee gaskins yah?
hehehe..

find them:
DOWNLOAD "Ashley" HERE:
http://www.4shared.com/file/247472857/d546de31/Never_Give_Up_Nobita_-_Ashley_.html


http://www.myspace.com/nevergiveupnobita
http://www.purevolume.com/nevergiveupnobita
http://www.twitter.com/NGUNofficial

Sunday, 23 May 2010

THE ONLY EXCEPTION

Life brings me many things. Rest of that are abstract. Something that I must find and break by myself. Sometimes I feel tired. It’s so hard for me. I’m just a young woman that has ordinary abilities. Me against the world. Can you imagine?

Is someone want to help me? But I can’t find him or her. Actually I prefer him. Boys have ideas that sometimes make me stunned. Hahah, we almost out of topic, right? I have many friends. They are super girls! They are my sisters. Really, I can trade on them. But, I can’t depend on them forever. I must depend with my self. All of this will be back to me again. Me, the only exception. I’m sure I can against the world.

Friday, 23 April 2010

SHUSAKU ENDO

Dari judulnya gue udah tertarik.. skandal. Controversial menurut pikiran gue. Apalagi ini buku Jepang. Penulisnya, Shusaku Endo, memang dari Jepang. Gue jarang baca buku-buku Jepang. Jarang ada disini.

Controversial, ga juga. Tapi topic ceritanya keren! Tentang pendalaman jiwa manusia yang diwakili oleh tokoh utama skandal, Suguro, novelis katolik kawakan. Kehidupan suguro yang semula tentram dan terhormat terganggu oleh seoarng wanita mabuk yang mucul pada pesta penganugrahan hadiah sastra yang dihadiri suguro (yang juga mendapat penghargaan disana). Wanita mabuk itu mengaku mengenal suguro dan mengatakan bahwa suguro sering berkunjung ke kawasaan mesum di Shinjuku, Tokyo. Bahkan lukisan potretnya dipamerkan di sebuah galeri murahan di sana.

Semenjak itu kehidupan suguro berubah. Suguro memang menyangkal perkataan wanita mabuk itu, tapi dia juga penasaran dan rasa penasaran itu membawanya ke galeri tersebut. Dan dimulailah skandal suguro yang melibatkan seorang perawat yang juga sadomasokis dan seorang wartawan yang ingin menghancurkan reputasi suguro.

Awalnya gue ngantuk. Tapi ga lama kok. Karena gue dibikin penasaran dengan jalan ceritanya yang membuat gue bermain dengan pikiran gue sendiri. Gue terpengaruh oleh suguro yang bingung dan berusaha mencari tahu mana yang benar, gue jadi ikutan galau. Dan pada akhirnya semua hanya bias pasrah kepada tuhan.

Hem.. endingnya bikin merinding. Mata nyalang? Hiiii….

CAFÉ BIRU BERORNAMEN CHINA

Setiap malam pulang dan pergi ngajar les, gue pasti lewat café unik. Café itu dipenuhi lampu berwarna biru tua terang dan ada ornamen-ornamen chinanya, lampion China salah satunya. Café itu bukan café yang besar. Ukurannya sedang cenderung kecil malah. Hanya memiliki satu lantai dan tempat parkirnya biasa aja. Di sekitar café itu banyak ilalang tumbuh. Maklum, jaraknya dengan bangunan lain yang ada di sekitar situ ga begitu dekat. Jadi café biru china itu mencolok di antara para ilalang liar dan pohon-pohon.

Entah kenapa tapi gue tertarik sama café ini. Apa karena penampilannya yang unik atau dia memang punya daya pikat? Ya, café biru punya daya pikat. Buktinya gue terpikat dan pengen mampir. Tapi ada yang janggal disini. Fyi, gue ngajar les dari jam setengah tujuh sampai jam setengah sembilan. Setiap gue berangkat, jam enam lewat lima belas, café biru sepi. Parkirnya kosong. Tapi lampu-lampunya sudah dinyalakan. Nah, pas gue pulang, sekitar hampir jam sembilan lah, parkirnya mulai terisi tapi ga banyak. Timbulah prasangka dipikiran gue.

Akhirnya gue jadi penasaran. Gue berusaha cari tau tentang café ini. Objek-objek gue adalah orang-orang yang tinggalnya ada dikawasan ini, tempat café itu berdiri. Siapa mereka? Murid-murid saya yang tercinta. Dan rupanya kiddo-kiddo itu tau tentang café itu.

“Oh, café biru tu yah?”
“Itu bukan café baik-baik kak.”
“Tempat maksiat kak.”
“karokean juga kali. Minum-minum juga.”
“Aku pernah lewat situ waktu pulang malam jam dua belasan. Rame sih. Ga kaya waktu pagi, siang, sore.”
“Kayanya tempat cowok-cowok ngapain gitu.”
“Jangan kesana kak.”

Ya, gue ga kesana. Ga akan kesana. Gue yakin mama bakal marah kalau gue ke tempat-tempat yang kaya gitu. Dan feeling gue bener. Itu bukan café yang baik. Tapi setiap gue lewat, café itu selalu menarik perhatian gue. Seakan-akan manggil gue untuk mampir. If Allah permits me, I will go to the blue café with Chinese’s ornament.
Iya, kalo otak gue udah ga beres.

Ps: sayang gue ga bisa nyebutin nama café ini... :-P

Tuesday, 16 March 2010

Dunia ga mengijinkan dia untuk bertampang sedih

Ga da yg senang ngeliat tampang sedih dan merana. Org2 bakal bilang dia cuma cari perhatian. Anak mami butuh simpati. Gimana kalo dia sedih betulan? Apa kalian kasian?

Dia ga mau dibilang tolol. Tenang,dia punya topeng yg bagus. Namanya topeng muka bahagia. Dia pakai terus. Sama seperti orang yg berkacamata dan melepasnya kalo mau tidur, dia juga melepas topengnya pada malam hari kalau mau tidur. Karena saat itulah dia bebas bersedih ria. Nangis sampai basah bantalnya.

Dia berusaha ga memperlihatkan muka sedihnya. Dia tau, dia sendirian..

Dunia ga mengijinkan dia untuk bertampang sedih

Ga da yg senang ngeliat tampang sedih dan merana. Org2 bakal bilang dia cuma cari perhatian. Anak mami butuh simpati. Gimana kalo dia sedih betulan? Apa kalian kasian?

Dia ga mau dibilang tolol. Tenang,dia punya topeng yg bagus. Namanya topeng muka bahagia. Dia pakai terus. Sama seperti orang yg berkacamata dan melepasnya kalo mau tidur, dia juga melepas topengnya pada malam hari kalau mau tidur. Karena saat itulah dia bebas bersedih ria. Nangis sampai basah bantalnya.

Dia berusaha ga memperlihatkan muka sedihnya. Dia tau, dia sendirian..

Monday, 22 February 2010

FOREVER PRINCESS FOREVER HAPPINESS



Waha.. Hepi banget abis baca seri terakir Princess Diaries. Beneran ending yang manis dan sesuai untuk Mia yang complicated. Well, spoiler? Yah, gue rasa gue bakal spoiler. Jadi yang belum baca Forever Princess dan ga mo tau endingnya, jangan lanjutin baca tulisan gue.

Forever Princess lebih kalem dari buku-buku Princess Diaries yang kemaren-kemaren. Konfliknya juga ga heboh banget dan cenderung gampang ditebak. Tapi cara menulis Meg Cabot yang simple dan berbobot akan tetap membuatmu bertahan membaca buku ini sampai selesai. Lagian, hey? Seri terakhir? Ini memang wajib banget buat dibaca. Sama wajibnya baca Harry Potter and The Deathly Hallow. Tapi ga ya buat Breaking Down. Twilight saga memang ga mengesankan sama sekali buat gue.

Sepanjang baca Forever Princess gue gatal banget pengen si Mia putus ma J.P. Gue pendukung Michael! Lagian gue mang ngerasa J.P ga oke. Mana bisa gue suka sama cowok yang antusias nonton teater trus dibuat terharu karena ceritanya bahkan menitikan air mata? No. Ternyata J.P memang ga oke dan thanks god dia putus ma Mia yang kembali bersama Michael! Dan Mia akhirnya melepas keperawanannya dengan Michael. Mia juga baikan dengan Lilly yang ternyata ga jahat-jahat amat.

Hemmm... ngomong-ngomong soal Michael, gue beneran jatuh cinta sama karakter ini. Persis seperti cowok yang gue idam-idamkan. Cool, ga banyak omong, ga banyak tingkah, pintar, jago komputer, cuek tapi dari sikapnya kelihatan dia perhatian ke Mia. Nilai plusnya, Michael selalu ketawa kalo nonton teater sama Mia karena katanya itu lucu (padahal lagi adegan dramatis) dan selalu berusaha untuk ke toilet karena bosen. Itulah cowok. Cowok. Kalo ada cowok kaya gitu didunia ini. Ada sih. Tapi ga banyak. Yah, yang tipe kaya gitu patut diperjuangkan.

Setelah Princess Diaries tamat jadi sepi. Ga da yang ditunggu-tunggu lagi kan? Persis kaya waktu Harry Potter tamat. Sepi. Tapi masih ada The Mediator. Masih dari Meg Cabot. Di Indonesia The Mediator baru seri pertama. Tapi ga da cowok kaya Michael disitu. Yang ada hantu abad ke berapa gitu.. Eh, masih ada serial Supernova. Trus lanjutannya wake. Children of the lamp juga. Hahaha.. masih banyak yang ditunggu.

Yah, Princess diaries bakal selalu menjadi karya fenomenal dari Bu Cabot yang akan selalu dikenang. Princess Diaries lumayan banyak ngasih inspirasi buat gue untuk rajin nulis diary, untuk menyalurkan emosi dan kebengongan serta lamunan ke tempat yang tepat. Juga untuk berani beda dan ga segan menyatakan pendapat dan tetap percaya sama diri sendiri. Jangan takut dicaci banyak orang kalo kamu tau apa kamu lakukan itu yang terbaik. Dan yang paling penting, selalu hargai keberadaan teman/sahabat kita karena merekalah yang bikin dunia kita berwarna.

Goodbye Mia. Semoga langgeng dengan Michael. Semoga gue juga bisa menjadi Jurnalis, seperti yang Mia lagi perjuangkan. Bedanya, pendukung Mia banyak. Gue ga ada. Hahahahaa...

Forever Cindy..

P.s : Cindy itu gue...